<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Cublak Suweng</title>
	<atom:link href="http://cublaksuweng.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cublaksuweng.wordpress.com</link>
	<description>Only one thing makes a dream impossible: the fear of failure (Paulo Coelho)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Nov 2009 03:32:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Slamat datang by gombret</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/about/#comment-14</link>
		<dc:creator>gombret</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 03:32:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/about/#comment-14</guid>
		<description>teruslah bernyanyi...
biar permainan anak dalam negeri
gak kalah sama boneka luar negeri
dora emon, candy-candy, satria baja hitam
apalagi kini lagi banjir ironi
kisah dari kerajaan margasatwa
pertempuran cicak dan buaya
ditonton sama godzilla
disoraki sama tikus-tikus
diramaikan sederet kambing hitam
.....
garuda menangis
burung hantu kelu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>teruslah bernyanyi&#8230;<br />
biar permainan anak dalam negeri<br />
gak kalah sama boneka luar negeri<br />
dora emon, candy-candy, satria baja hitam<br />
apalagi kini lagi banjir ironi<br />
kisah dari kerajaan margasatwa<br />
pertempuran cicak dan buaya<br />
ditonton sama godzilla<br />
disoraki sama tikus-tikus<br />
diramaikan sederet kambing hitam<br />
&#8230;..<br />
garuda menangis<br />
burung hantu kelu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ia Semakin Diam by Anas</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/06/11/ia-semakin-diam/#comment-13</link>
		<dc:creator>Anas</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 12:45:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/?p=105#comment-13</guid>
		<description>Diam karena merasa bersalah dan malu, diam karena tidak tahu harus ngomong apa, diam karena tidak tahu harus protes ke siapa, diam karena tidak mampu berbuat apa-apa/tak berdaya,diam karena apatis,mati asa dan rasa, diam...sulit dipecahkan mengapa diam, karena bisanya cuma...diam. Hai tangan -tangan yang tak terbelenggu ulurkan tanganmu....bukankah tanganmu adalah tangan Tuhan? Yang selalu siap terulur diminta atau tidak? mengapa kamu juga diam....?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Diam karena merasa bersalah dan malu, diam karena tidak tahu harus ngomong apa, diam karena tidak tahu harus protes ke siapa, diam karena tidak mampu berbuat apa-apa/tak berdaya,diam karena apatis,mati asa dan rasa, diam&#8230;sulit dipecahkan mengapa diam, karena bisanya cuma&#8230;diam. Hai tangan -tangan yang tak terbelenggu ulurkan tanganmu&#8230;.bukankah tanganmu adalah tangan Tuhan? Yang selalu siap terulur diminta atau tidak? mengapa kamu juga diam&#8230;.?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ia Semakin Diam by helena</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/06/11/ia-semakin-diam/#comment-12</link>
		<dc:creator>helena</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 01:14:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/?p=105#comment-12</guid>
		<description>anak-anak semacam dia ini telah menjadi terhukum dalam situasi hidupnya, tanpa pernah atau perlu melakukan kesalahan sebelumnya... kalaupun ia melakukan suatu &#039;kesalahan&#039; kemudian, barangkali sesungguhnya ia tak mengerti; yang ia tahu hanyalah bertahan hidup... dan ketika ia harus meringkuk di dalam sel karena &#039;kesalahan&#039; itu, sebetulnya kitalah para terhukum yg sebenarnya, karena membiarkan anak-anak semacam dia ini tak punya banyak pilihan... sel itu, merampas satu lagi harapannya untuk hidup lebih baik... mampukah kita mengembalikan kehilangannya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anak-anak semacam dia ini telah menjadi terhukum dalam situasi hidupnya, tanpa pernah atau perlu melakukan kesalahan sebelumnya&#8230; kalaupun ia melakukan suatu &#8216;kesalahan&#8217; kemudian, barangkali sesungguhnya ia tak mengerti; yang ia tahu hanyalah bertahan hidup&#8230; dan ketika ia harus meringkuk di dalam sel karena &#8216;kesalahan&#8217; itu, sebetulnya kitalah para terhukum yg sebenarnya, karena membiarkan anak-anak semacam dia ini tak punya banyak pilihan&#8230; sel itu, merampas satu lagi harapannya untuk hidup lebih baik&#8230; mampukah kita mengembalikan kehilangannya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Jagir&#8230;di Awal Mei by yuli nugrahani</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/05/27/jagir-di-awal-mei/#comment-11</link>
		<dc:creator>yuli nugrahani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 02:57:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/?p=88#comment-11</guid>
		<description>Aku mampir sebentar untuk minum kopi dari gelas romo. Wah, jadi lebih melek mataku, mo. Salam.

&lt;em&gt;suwun, yuli. kita saling meminum hehehe....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku mampir sebentar untuk minum kopi dari gelas romo. Wah, jadi lebih melek mataku, mo. Salam.</p>
<p><em>suwun, yuli. kita saling meminum hehehe&#8230;.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Laskar Pelangi Versi Film by Uky areme</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2008/10/25/laskar-pelangi-versi-film/#comment-10</link>
		<dc:creator>Uky areme</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 10:04:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/?p=12#comment-10</guid>
		<description>salam kenal . . .

kalau menurut saya film lasksar pelangi memang terasa kurang dibandingkan novelnya tapi keunggulannya yaitu lebih realistis dan lebih bisa diterima oleh akal sehat .

&lt;em&gt;salam kenal juga. sorry baru reply comment Anda. Anda benar. Film lebih realistis. mungkin karena menyorot satu tema dari novel, yaitu tentang carut marutnya pendidikan bagi orang miskin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal . . .</p>
<p>kalau menurut saya film lasksar pelangi memang terasa kurang dibandingkan novelnya tapi keunggulannya yaitu lebih realistis dan lebih bisa diterima oleh akal sehat .</p>
<p><em>salam kenal juga. sorry baru reply comment Anda. Anda benar. Film lebih realistis. mungkin karena menyorot satu tema dari novel, yaitu tentang carut marutnya pendidikan bagi orang miskin.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Solusi di Jalanan by Jenny</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2008/11/16/solusi-di-jalanan/#comment-9</link>
		<dc:creator>Jenny</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 14:12:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/?p=41#comment-9</guid>
		<description>I feel the pain of those people...
I ponder their difficulties...
I realise that, once again, life has offered a clue to my continuously questioned question...
and to date, I still believe that the saying &quot;when there is a will, there is a way&quot; is not 100% correct...
I wonder if I will ever find myself making a false judgement...

&lt;em&gt;thank you for a new realization. it must be a beautiful realization in the face of those abandoned people. hopefully....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I feel the pain of those people&#8230;<br />
I ponder their difficulties&#8230;<br />
I realise that, once again, life has offered a clue to my continuously questioned question&#8230;<br />
and to date, I still believe that the saying &#8220;when there is a will, there is a way&#8221; is not 100% correct&#8230;<br />
I wonder if I will ever find myself making a false judgement&#8230;</p>
<p><em>thank you for a new realization. it must be a beautiful realization in the face of those abandoned people. hopefully&#8230;.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Si Kecil Kena TBC by Emilia K Ratu</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/02/21/si-kecil-kena-tbc/#comment-8</link>
		<dc:creator>Emilia K Ratu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 17:58:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/?p=82#comment-8</guid>
		<description>Duuuh...aku hanya bisa ngelus dada sambil berguman &#039; Duh Gusti &#039;. Hampir tidak berani membayangkan seperti apa kondisi anak itu. Miris ! Langsung doa dalam hati terucap untuk semuanya....

&lt;em&gt;terima kasih doanya, mbak....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Duuuh&#8230;aku hanya bisa ngelus dada sambil berguman &#8216; Duh Gusti &#8216;. Hampir tidak berani membayangkan seperti apa kondisi anak itu. Miris ! Langsung doa dalam hati terucap untuk semuanya&#8230;.</p>
<p><em>terima kasih doanya, mbak&#8230;.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Slamat datang by anna</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/about/#comment-7</link>
		<dc:creator>anna</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 06:33:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/about/#comment-7</guid>
		<description>tetap semangat ya mo...banyak realita dalam hidup sehari-hari yang tidak seindah nyanyian malaikat, tapi kalau kita melibatkan diri dalam urusan yang tidak indah kita jadi tahu keindahan yang sebenarnya dalam hidup.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tetap semangat ya mo&#8230;banyak realita dalam hidup sehari-hari yang tidak seindah nyanyian malaikat, tapi kalau kita melibatkan diri dalam urusan yang tidak indah kita jadi tahu keindahan yang sebenarnya dalam hidup&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mereka tetap Bermain by ANS</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/02/18/mereka-tetap-bermain/#comment-6</link>
		<dc:creator>ANS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 03:19:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/02/18/mereka-tetap-bermain/#comment-6</guid>
		<description>Aku juga pernah menyaksikan di perempatan jalan, si anak tidak serius &quot;mencari uang&quot; sambil menggenggan bungkusan ditangannya si ibu marah-marah sambil mencubiti tangan anak kecil, beberapakali kepalanya sempat dipukul. Si anak garuk-garuk kepalanya sambil merengut. Rupanya si anak minta makan karena hari memang sudah lewat tengah hari dan puanasnya bukan main, pasti dia kelaparan. Si ibu mungkin punya kepentingan dengan omset dari si anak yang tidak mencapai target sehingga nasi sebungkus yang ada di tangannya menjadi tinggi harganya/nilainya dibanding omset si anak kecil, maka sebagai kompensasi terjadilah penganiayaan di perempatan jalan yang panas terik.Orang se usiaku saja ga kuat panasnya, apalagi si anak kecil yang kelaparan tapi belum ada setoran. 
Bagaimana kita harus bersikap? ngasih, keenakan mboknya, nggak ngasih kasihan anaknya. Aku? Aku pegang hati nuraniku saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku juga pernah menyaksikan di perempatan jalan, si anak tidak serius &#8220;mencari uang&#8221; sambil menggenggan bungkusan ditangannya si ibu marah-marah sambil mencubiti tangan anak kecil, beberapakali kepalanya sempat dipukul. Si anak garuk-garuk kepalanya sambil merengut. Rupanya si anak minta makan karena hari memang sudah lewat tengah hari dan puanasnya bukan main, pasti dia kelaparan. Si ibu mungkin punya kepentingan dengan omset dari si anak yang tidak mencapai target sehingga nasi sebungkus yang ada di tangannya menjadi tinggi harganya/nilainya dibanding omset si anak kecil, maka sebagai kompensasi terjadilah penganiayaan di perempatan jalan yang panas terik.Orang se usiaku saja ga kuat panasnya, apalagi si anak kecil yang kelaparan tapi belum ada setoran.<br />
Bagaimana kita harus bersikap? ngasih, keenakan mboknya, nggak ngasih kasihan anaknya. Aku? Aku pegang hati nuraniku saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Minggat by ANS</title>
		<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/02/17/minggat/#comment-5</link>
		<dc:creator>ANS</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 03:50:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cublaksuweng.wordpress.com/?p=76#comment-5</guid>
		<description>Mari coba kita sadari, saat ini mungkin mereka sedang membutuhkan waktu dan tempat untk bercerita. Bercerita tentang kemalangan hidup mereka, bercerita tentang uneg-uneg mereka, bercerita tentang kekecewaan mereka, bercerita tentang orang-orang yang tidak mau mengerti mereka, menerima mereka apa adanya yang sebenarnya mereka tidak mau bernasib seperti itu. Mereka mau berubah, tetapi mereka butuh penopang yang kokoh, yang menjadi tumpuan ketika jiwa menjadi lemah oleh hantaman realita. Kita masih punya Yesus dimana kita bisa berkeluh kesah, kita masih punya orang dekat yang bisa menghibur ketika kita sharing. Mereka? Mereka tidak punya siapa-siapa, tidak kenal-siapa-siapa, sendiri! Karena tidak ada orang mau peduli. Biarlah waktu memberi mereka kesembuhan,mudah-mudahn mereka menemukan keceriaan lagi dan kembali pulang segera..rindu tawanya, rindu nakalnya, rindu gayanya yang melaz..rinduu karena mungkin mereka sudah menjadi bagian hidup kita.Tuhan, kami tidak tahu mereka dimana yang kami tahu mereka tidak lepas dari pandangan mataMu karena mereka adalah milikMu. Thank You untuk yang baru! Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mari coba kita sadari, saat ini mungkin mereka sedang membutuhkan waktu dan tempat untk bercerita. Bercerita tentang kemalangan hidup mereka, bercerita tentang uneg-uneg mereka, bercerita tentang kekecewaan mereka, bercerita tentang orang-orang yang tidak mau mengerti mereka, menerima mereka apa adanya yang sebenarnya mereka tidak mau bernasib seperti itu. Mereka mau berubah, tetapi mereka butuh penopang yang kokoh, yang menjadi tumpuan ketika jiwa menjadi lemah oleh hantaman realita. Kita masih punya Yesus dimana kita bisa berkeluh kesah, kita masih punya orang dekat yang bisa menghibur ketika kita sharing. Mereka? Mereka tidak punya siapa-siapa, tidak kenal-siapa-siapa, sendiri! Karena tidak ada orang mau peduli. Biarlah waktu memberi mereka kesembuhan,mudah-mudahn mereka menemukan keceriaan lagi dan kembali pulang segera..rindu tawanya, rindu nakalnya, rindu gayanya yang melaz..rinduu karena mungkin mereka sudah menjadi bagian hidup kita.Tuhan, kami tidak tahu mereka dimana yang kami tahu mereka tidak lepas dari pandangan mataMu karena mereka adalah milikMu. Thank You untuk yang baru! Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
