Bahruddin dan Qoriyah Tayyibah
August 18th, 2011 § Leave a Comment

“Murid, dari bahasa aslinya, Arab, berarti orang yang berkehendak,” tegas Bahruddin ketika berdiskusi dengan kami, para relawan Sanggar Merah Merdeka.
“Tugas kita adalah membantu anak berproses menjadi dirinya,” sambungnya kemudian.
Berdiskusi dengan Bahruddin di kediamannya, desa Kalibening, Salatiga, menguatkan kembali mimpi akan pendidikan yang membebaskan. Beliau sendiri sudah tidak lagi bermimpi. Sudah hampir 10 tahun Bahruddin berjuang dengan sekolah alternatif Qoriyah Tayyibah.
Pendidikan yang child centered menjadi prinsip utama di sekolah ini. Beliau mewujudkan arti kasih sebagai tindakan memberi anak kepercayaan. Anak-anak dikasihinya dengan mempercayai keinginan dan kehendak mereka untuk berkembang. Mereka menentukan sendiri apa yang mau dipelajari dan ingin dikembangkan.

“Menghargai anak adalah memberi kepercayaan untuk berpikir,” tutur beliau.
Mendengarkan sharing pengalaman beliau seakan menyulut kembali api perjuangan demi demi pendidikan anak. Pendidikan yang child centered.