Lelah…

Pagi tadi aku ke rumah singgah. Begitu datang, emosiku langsung tergenjot naik melebihi ubun-ubun. Ini hari sudah jam 8.30. Mereka masih terkapar di tempat tidur. Tidak bangun pagi. Tidak sekolah. Rumah pun masih berantakan. Sisa banjir tadi malam belum sepenuhnya dibersihkan. Kemarahan makin menggelegak saat kutemukan sebotol Johny Walker. Kosong, tapi baunya masih segar.

Dengan kasar kubangunkan mereka. Masih ngantuk dan kaget, mereka melontarkan alasan. Entah supaya bisa tidur lagi…, atau sekedar agar aku gak marah. Alasan tidak kuhirau. Kejengkelan terlanjur bikin dada sesak. Kupaksa mereka bangun dan kerja bersihkan rumah.

Marah, kecewa, dan lelah jadi satu. Gagal sudah rasanya. Sudah cukup lama mereka tinggal di sini. Gak hanya tiga empat bulan. Hitungannya tahun. Tapi rasanya gak pernah ada yang berubah. Hal yang sama diulang terus. Entah apa lagi yang harus kulakukan…. Aku mulai merasa lelah.

Malam ini aku termangu lama di kamar. Kopi yang kuhirup sudah mulai dingin. Kuingat semua hal yang telah kami lakukan bersama mereka. Pertemuan bersama. Ngobrol pribadi. Ngopi bareng. Ngantar ke poli. Makan bersama. Dst. Sampai aku gak ingat lagi semuanya.

Tidak adakah sesuatu yang bisa mereka ingat? Ke mana sirnanya semua kesepakatan dan kata “iya” dari mulut mereka? Apakah perubahan sungguh-sungguh omong kosong bagi anak-anak ini? Apakah jalanan telah habis-habisan menggerogoti segala kemungkinan untuk menjadi baik?

Api rokok telah sampai di gabus filter. Langsung kumatikan. Perasaan lelah masih kuat bercokol. Harapan…masih adakah itu?

1 comment so far

  1. ANS on

    Kok ga ada yang baru lagi? Semoga Tuhan trus memberi kekuatan. Seperti bangunan yang sudah roboh dan hancur berkeping-keping, perlu mengumpulkan kepingan itu, menyusunnya, menata kembali menjadi sebuah bangunan baru. Perlu tenaga, pikiran, kesabaran,percaya diri, konsisten, bersama Yesus, karena hanya Dia yang sanggup menggerakan hati orang untuk mau diubah.

    Terima kasih, Bu. Ini sudah tambah satu lagi. Terima kasih untuk doa dan pengharapan….


Leave a reply