Surat Mbak Yayas buat pakde Wawan…
Pakde apa kabar?
Semoga pakde sehat-sehat dan kerasan di tempat tugas yang baru.
Hari ini mbak Yayas tepat berumur 6,5 bulan. Denger-denger umur segitu masih disebut bayi… hehe, mbak Yayas juga gak ngerti. Yang jelas mbak Yayas belum bisa ngomong, baru bisa ngoceh dan ah…uh…ah…uh….
Tapi gak papa pakde, nanti suatu saat mbak Yayas pasti bisa ngomong seperti orang-orang lain yang sudah besar. Karena belum bisa ngomong, justru mbak Yayas punya kesempatan yang lebih banyak untuk mendengarkan orang lain. Ssssstt, katanya kalau orang sudah besar suka sulit ndengerin orang lain ya, maunya ngomong teruuus hehe..
Orang – orang pasti gak mengira kalau mbak Yayas ngerti lho apa yang mereka omongkan.
Contohnya, mbak Yayas mulai hapal, kalau malam hari mau bobok, Bunda selalu berbisik begini “ Nduk, besok kalau udah besar jadi orang yang baik ya” atau kalau mbak Yayas lagi cemberut (habis dipaksa-paksa minum susu mulu L ), Bunda selalu bilang “mbak Yayas, harus ramah pada setiap orang dan selalu tersenyum”
Nah, kalau mbak Yayas aja bias nulis cerita ini ke pakde, itu kan berarti mbak Yayas emang bener-bener ngerti kan? Pakde percaya?
Oya, pakde… ada hal lain yang pengen mbak Yayas ceritakan… Setiap sore, setelah pulang kerja, bunda selalu bercerita pada mbak Yayas. Ceritanya macem-macem. Meski terlihat aneh, tapi mbak Yayas suuuuka sekali. Lucu dech pakde, bunda nyerocos terus dan mbak Yayas cuma nanggepi ah…uh…ah…uh…. Tapi bunda gak pernah kapok tuch membagi ceritanya. Semoga hal ini dikarenakan Bunda juga merasakan kalau mbak Yayas itu ngerti apa yang diceritakan. Kadang bunda cerita tentang Yesus kecil yang lahir di kandang kumuh, kadang bunda cerita tentang satpam di kantornya yang hidup susah namun tetap semangat mencari uang untuk menyekolahkan anak-anaknya. Bunda juga pernah cerita tentang orang-orang kecil yang berhasil menjadi orang hebat…. Biasanya sich, pasti setelah nonton kick Andy!hehe… Nah, bunda juga udah cerita tentang Laskar Pelangi (mbak Yayas gak diajak nonton filmnya, katanya mbak Yayas masih terlalu kecil). Ceritanya seru ya…. Mbak Yayas terharu denger kisah tentang Lintang, Mahar, dan kawan-kawannya.
Setiap selesai bercerita… Bunda selalu mengatakan kalau mbak Yayas harus menyayangi setiap orang dan gak boleh membeda-bedakan antara yang kaya dan miskin. Kata Bunda, “KITA HARUS LEBIH MENGHORMATI ORANG MISKIN YANG BERANI DARIPADA ORANG KAYA YANG PENAKUT. KARENA SEBETULNYA TELAH JELAS PERBEDAAN KUALITAS MASA DEPAN YANG AKAN MEREKA CAPAI” *
Pakde, makanya setiap kali bunda selesai cerita, mbak Yayas selalu bilang ,” Mbak Yayas sayang Bunda, sayang Ayah, sayang satpam di kantor bunda, sayang anak-anak satpam di kantor bunda. Mbak Yayas sayang Yesus kecil yang lahir di kandang kumuh, mbak Yayas sayang Ikal, Mahar ,Lintang dan anak-anak Laskar Pelangi. Dan mulai hari ini, mbak Yayas akan tambahkan 1 lagi, mbak Yayas juga sayang sama anak-anak pakde di Simo, sama tukang cukur, dan tukang parkir yang ada di cerita pakde “ J Doakan bahwa kelak mbak Yayas bisa meneladani kebesaran hati mereka….
Salam,
Yayas
* diambil dari kumpulan motivasi Mario Teguh
No comments yet
Leave a reply


