Bocah Loper Koran
February 11, 2012 § Leave a Comment
Anak itu bermain dengan riang. Meloncat. Berlari. Lalu lalang kendaraan sama sekali tidak membuatnya cemas. Sesekali tawa dilontarkan ke arah kakak dan ibunya. Si ibu menunggui kios kecilnya. Memandang si kecil seperti melamun. Sang kakak lagi bergerak dari mobil ke mobil menawarkan koran di perempatan situ. Si kecil juga membawa koran di tangan. Bermain sambil menjajakan koran. Di mana pun anak selalu bisa bermain dan menemukan permainan.
Kisah Seorang Anak dan Kakeknya
August 26, 2011 § 4 Comments
Entah kenapa, tiba-tiba aku ingat anak itu. Sudah lama berlalu. Sejak ia menghilang sampai sekarang ini.
Anak itu masih kecil. Di awal belasan tahun. Saat itu, dia hidup berdua dengan kakeknya. Kakeknya selalu sakit. Itu kesanku yang masih hangat tentang si kakek. Sakit karena usia tua.
Irama hidup si anak ketika itu seperti sudah rutin. Tiap pagi berangkat ke sekolah. Siang hari pulang. Dilanjutkan bermain dengan teman-temannya. Tapi, lebih sering dia pergi bermain PS. Sampai sore.
Bahruddin dan Qoriyah Tayyibah
August 18, 2011 § Leave a Comment
Menggugat Kemerdekaan
August 17, 2011 § 4 Comments
Kompas tanggal 15 Agustus kemarin menyajikan kabar mengenaskan. Sepasang suami istri bunuh diri karena miskin. Di negara yang sudah lebih dari 60 tahun merdeka, masih ada orang bunuh diri karena kemiskinan????!!!!!!
Beberapa tahun lalu, berita lain lebih menyakitkan hati. Anak bunuh diri karena orang tua tidak mampu bayar sekolah. Di negara yang sudah 60 tahun lebih merdeka, masih ada anak negeri ini bunuh diri karena tidak bisa bayar sekolah?????!!!!!
Citra dan Cinta
July 13, 2011 § Leave a Comment
Aku ternganga. Sesekali kepalaku menggeleng. Kadang sesak memenuhi dada. Memaksa untuk menarik nafas panjang. Ceritanya sekarang ini jauh lebih seram daripada sms-sms yang dia kirimkan. Tak kusangka, hari gini masih ada nasib manusia seperti tutur Multatuli dan Lulofs.
Baru aja dia pulang dari daerah perkebunan.Mengorganisir masyarakat pekerja di daerah itu. Tiap langkah dia kabarkan ke aku. Tiap keputusan dia smskan. Tiap peristiwa dia infokan. Dinamika di lapangan lalu serasa gamblang bagiku. Kukenali persoalannya. Kupetakan konflik-konfliknya. Kurunut kompleksitasnya. Jelas banget rasanya.
Si Abang Sopir Mikrolet
May 30, 2011 § 5 Comments
Malam itu aku sendirian di dalam mikrolet. Sudah sangat malam. Jalan masih lumayan ramai. Kendaraan seperti tiada henti lalu lalang. Mikrolet-mikrolet juga seakan berkejaran tanpa jeda. Tapi pejalan kaki dan para kandidat penumpang mikrolet udah banyak berkurang.
Aku meringkuk di sudut belakang. Terasa dingin. Badanku lelah dan pegal-pegal. Mungkin karena umur. Tapi, sejak pagi terus menerus dalam perjalanan kayaknya memegang peranan paling penting. Kuberharap segera berhenti. Segera sampai di tujuan. Menemukan air segar untuk wajah yang pasti dah kacau balau. Lalu secepatnya mencari posisi horisontal yang nyaman untuk badan penat ini.
Kisah tentang Sekolah…
May 27, 2011 § Leave a Comment
Kala itu di sebuah dok kampung. Di mulut muara ke laut. Di pesisir pantai barat Papua. Tempat yang asing bagiku pada mulanya. Yang tak pernah bisa kubayangkan sebelumnya. Tapi, entah kenapa, seolah rajin hadir dalam impian. Berada di tempat ini menjadi semacam God’s gift yang tak henti kusyukuri.
Dok lagi ramai. Banyak anak. Keluarga mengantar dan menemani mereka. Sebagian anak bermain dan berlari ke sana ke mari. Yang lain duduk-duduk sendiri. Seperti melamun. Ada pula yang lagi ngobrol dengan orang tuanya. Tas-tas besar dan kardus berbagai ukuran bertumpukan dan bergeletakan di sana sini.



